Sowing {Chapter 4} – Teaser

Cast: Cho Kyuhyun – Song Ha In – OC||

Genre: Romance – Complicated – PG-17 – Married Life||

Length: Chapter|| Author: hyunhyunie||

*.*.*

“Hei,” raut wajah Kyuhyun yang semula bersemu merah akibat menahan tawa, kini berubah menjadi pucat pasi. Ha In terus memuntahkan isi perutnya tanpa henti, dihadapannya.

Dengan sedikit gemetar, Kyuhyun menyentuh bahu Ha In. “Sayang,” Niatnya merangkul dan membantu meredakan mabuk Ha In, tapi dirinya telah ditolak wanita itu. Ha In telah menjadikan tangan kirinya untuk mendorong Kyuhyun menjauh, hingga menahan tubuh pria yang terbilang cukup atletis untuk berdekatan dengannya.

“Tolong menjauhlah. Ini . . . . Sangat memalukan, dan . . . . Menjijikan. Jadi tolong, ugggh!!” Ha In berbalik kembali menatap tempat cuci tangan yang berada didepannya.

*.*.*

Ha In kembali terbangun di malam hari. Ia masih tak tenang dengan laporan yang harus ia kumpulkan esok pagi semntara tadi, ia baru menyelesaikan satu perdelapan dari laporan keseluruhannya. Kyuhyun baru tiba di rumah pukul 23.00 KST, dan pria itu mendapati dirinya tengah tertidur diatas tumpukan dokumen dengan computer yang menyala. Kyuhyun membangunkan dirinya dan sedikit berteriak pada Ha In karena tak bisa menjaga dirinya dengan baik. Dan ia mengancam akan menyeret Ha In keluar dari kantor tersebut jika wanita itu bekerja terlalu keras seperti saat ini.

“Astaga, hei!” Ha In terlonjak kaget dari kursi kerjanya. Kyuhyun, pria itu terbangun dari tidurnya, dan kini tengah berdiri menyeramkan di samping Ha In.

“Bukankah sudah ku katakan untuk berhenti bekerja? Mengapa kau sangat kebal akan peringatanku hmm?”

Ha In mengabaikan tatapan Kyuhyun yang kesal padanya, tapi tetap menahan diri untuk terjaga. Ha In tahu, bahwa sebenarnya pria itu masih sangat ingin untuk tidur kembali, tapi kecemasan yang ada pada dirinya membuat ia untuk terjaga dan menegur Ha In. “Maaf membuatmu khawatir sehingga tidurmu menjadi terganggu. Ini tinggal sedikit lagi, tunggulah aku di tempat tidur. Aku akan kembali ke sana dalam 10 menit.”

Kyuhyun bersimpuh di samping Ha In, mengambil lengan kanan wanita itu sejenak, lalu menempatkannya pada letak jantung Kyuhyun.

“Ada apa? Tolong jangan terlalu khawatir. Kau harus tahu bahwa aku sudah terbiasa akan . . . . ”

“Itu dulu.” Potong Kyuhyun. Ia tak perduli akan kebiasaan Ha In sebelum bertemu dengannya. Tapi yang jelas, wanita itu harus mulai menyesuaikan diri sekarang. Dengan berhenti melakukan hal – hal yang dapat membuatnya khawatir seperti saat ini.

“Kau dapat merasakannya?” Ucap Kyuhyun pelan.

“Ya. Di dalam sini,” Ha In ikut meletakkan tangan kirinya pada bagian tersebut. “Pergerakannya sangat lemah, hingga nyaris tak terasa.”

*.*.*

“Ya?” Ha In terbangun setelah tiga kali bunyi dari teleponnya tak kunjung berhenti. Sepertinya orang yang berada disebrang telepon, berusaha begitu gigih untuk membuat dirinya terbangun di pagi buta seperti ini. pukul 05.00 KST pagi.

“Aku menelponmu sedari tadi sayang. Apa kau baru bangun?”

Ha In mencoba untuk duduk, bersandar pada dashboard dengan kedua matanya yang masih setengah terlelap, dan anggota tubuhnya yang masih belum siap untuk bergerak. Berulang kali ia kembali terjatuh pada bantalan miliknya sebelum akhirnya ia dapat terduduk dengan benar.

“Ya bu. Apa telah terjadi sesuatu? Mengapa ibu menelpon sepagi ini?”

“Siapa?” tanya Kyuhyun pelan. Pria itu rupanya ikut terbangun juga, sama seperti dirinya.

“Ibu.” Balas Ha In pelan.

*.*.*

Tak mendapatkan kabar selama beberapa hari, Kyuhyun tak bisa mengendalikan dirinya lagi saat melihat Ha In yang baru saja akan masuk ke dalam kantor tersebut.

Satu tarikan paksa, Ha In berjalan dengan terseret-seret mengikuti langkah Kyuhyun.

“Setidaknya katakan ‘tolong ikuti aku’. Bukan seperti ini.” Keluh Ha In tak terima. Masalahnya ialah, bukan kali ini saja Kyuhyun memperlakukan dirinya seperti ini. Ditarik, lalu di seret berjalan cepat menyamai langkah kakinya yang besar dan cepat. Bagaimana bisa seorang pria seperti dirinyamelupakan satu hal, bahwa langkah wanita tak sama dengan langkah pria.

“Dan setidaknya kau memberi kabar kepadaku sejak dua hari yang lalu.”

Menyadari penyebab sikap Kyuhyun yang seperti ini, Ha In diam seribu bahasa. Jika ia berkata lagi, dapat dipastikan bahwa itu semua hanya akan menyebabkan bertambah buruk suasana hatinya saat ini.

Menghidupkan mesin mobil jenis Maybach miliknya, dengan sembrono, Kyuhyun membelah jalanan ibu kota Seoul nyaris mendekati kecepatan seratus sepuluh kilo meter perjam {110km/jam}, membuat Ha In yang duduk di sampingnya gelisah, tak melepaskan tangannya dari pegangan mobil yang berada diatas pintu. Setelah menempuh perjalanan selama 35 menit melewati jalanan kota, dan perumahan, Kyuhyun membelokkan mobilnya ke arah kanan saat di pertigaan, memasuki dataran ilalang yang tingginya satu meter lebih.

Parkir di ladang ilalang, Kyuhyun kembali menyeret Ha In dari dalam mobil. Sedikit membanting tubuh wanita itu diatas kap mobil hitam .

“Jika aku salah,”

*.*.*

Ha In berjalan menghampiri Kyuhyun setelah ia membersihkan dirinya dari sisa pergumulan semalam dan, tadi pagi. Ia tampak lebih segar dan semakin mempesona dengan balutan kaos berlengan panjang milik Kyuhyun dengan batas bawah badannya nyaris menutupi kedua lutut kecilnya.

“Kau,” Kyuhyun menoleh ke samping mengabaikan isi bacaan korannya saat ia mendengar langkah kaki yang secara perlahan mendekat ke arahnya.

“Tampak seperti, wow . . . .” Ucapnya takjub. Kedua bola matanya terus mengikuti tubuh Ha In yang hendak mengambil duduk di samping kirinya.

“Mengapa? Kau tampaknya sangat senang dengan perubahan ini? Membuatmu seperti berada dalam suasana musim dingin di bulan December.” Balas Ha In. Sekarang ia merasa seperti sedang memenangkan sebuah pertempuran hanya karena dapat melawan perkataan pria yang menatapnya tanpa kedipan.

“Ugh! Hei!” Kyuhyun membuatnya terjatuh tengkurap di atas kedua paha pria itu. Bagian wajahnya menyentuh permukaan sofa marun dengan kasar saat mendarat tadi.

Bangkit dengan bantuan topangan dari kedua lengannya, Ha In menoleh ke belakang, menyalak pria itu yang sedang menertawakan dirinya kini. “Kau menyeka jalanku?!” Protes Ha In tak terima. Ia mengubah posisi kakinya untuk menekuk, jadi posisinya sekarang menungging, baru setelahnya ia berusaha untuk duduk dengan wajah marah dan mulutnya yang siap untuk mencerca Kyuhyun.

“Untuk ukuran pria sepertimu, akh! Ya Tuhan!” Dengan kedua tangan yang saling bersilang di depan dada, Ha In membuang wajahnya kesal ke arah lain. Lalu kembali menatap Kyuhyun yang tak menyesal sama sekali akibat perbuatannya.

“Kau benar-benar berengsek! Kau tahu itu.” Sungutnya.

“Oh, come on honey. Don’t be angry.” Bujuk Kyuhyun. Kedua bola mata Ha In tak berhenti mengikuti gerakan tangan dan lekuk tubuh pria itu.

Menggunakan sebelah lengan kanannya, Kyuhyun membawa Ha In masuk ke dalam dekapannya. Mungkin lebih tepat untuk dikatakan bahwa pria itu telah memaksanya duduk dipangkuannya.

Mengecup katupan bibir Ha In yang tampak seperti

Kyuhyun mendekat, hembusan nafasnya menerpa daun telinga hingga terasa sampai dicerukan leher Ha In. “Sexy sayang. Baju kebesaran ini tampak sempurna untukmu. Tapi sebaiknya kita pergi berbelanja bajumu.”

Ha In melihat bajunya, dengan jemari kanan yang memegang ujung jahitan. “Ini sudah cukup. Bajumu terasa nyaman untuk dipakai. Dan aku tidak keberatan untuk menunggu pakaianku kering kembali.”

“Baiklah. Tapi, apa kau . . . . ” Kyuhyun mengalihhkan perhatiannya pada tubuh Ha In lalu berhenti di pangkal paha wanita itu.

“Memakai . . . .”

“Aww, hei!” Ha In tersentak kaget saat jemari Kyuhyun dengan cepat meraba area vaginanya.

“Celana?”

*.*.*

Membuka halaman ke delapan puluh lima, Ha In mengernyit tak paham dengan sinar matahari yang tiba-tiba menghilang dari pandangannya. Membuat tubuhnya yang tengah bersandar menjadi setengah duduk.

“Apa yang kau baca?”

“Owh ya Tuhan.” Setelah melihat pria yang dihadapannya ini, Ha In “Bisakah kau menepi sedikit. Kau membuat matahariku hilang.” Ucap Ha In sedikit kesal.

*.*.*

“Lihatlah bibir ini sayang. terlalu kering dan pucat.”

“Bahkan terdapat pecah-pecah di area ini. apa yang mesti kita lakukan?”

*.*.*

To Be Continued

Advertisements

4 comments

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s